Kamis, 17 Oktober 2013

Resensi Percy Jackson and The Olympians "The Lightning Thief"

Kamis, 17 Oktober 2013

Judul resensi               : Pencuri Petir Dewa Langit
Penulis                         : Rick Riordan
Penerbit                       : Mizan Fantasi
ISBN                             : 978-979-433-540-6
Tahun terbit                : Cetakan VII, Juli 2010
Genre                            : Fantasi
Tebal buku                   : 454 Halaman
SINOPSIS
            The Lightning Thief adalah buku pertama dari serial Percy Jackson And The Olympians karya Rick Riordan. Bercerita tentang tokoh utama yang bernama Percy Jackson,Percy Jackson adalah seorang anak berumur 12 tahun yang menderita penyakit disleksia dan GPPH (hiperaktif). Setiap ia membaca, huruf akan melayang-layang tak beraturan. Akibat penyakitnya itu, ia sering dikeluarkan dari sekolah. Karena sering membuat masalah,  akhirnya ia diterima di Sekolah untuk anak-anak yang bermasalah.
Suatu hari ketika sekolahnya mengadakan acara berkunjung ke museum, Percy melihat guru Matematikanya berubah menjadi monster mengerikan. Diapun memusnahkan monster itu dengan sebuah pulpen yang bisa berubah menjadi pedang. Keanehan belum berhenti di sini. Percy yang hanya dibesarkan oleh Ibunya, Sally Jackson, tidak mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Demigod. Diapun diantar keperkemahan blasteran oleh ibu dan sahabatnya Grover, yang ternyata adalah seekor Satyr (manusia setengah kambing). Perjalanan mereka menuju perkemahan tidak lah mulus. Ditengah jalan mereka pun diserang oleh Minotaurus (manusia setengah banteng) yang kemudian menculik ibunya.
Perkemahan blasteran merupakan tempat khusus untuk anak keturunan dewa. Di perkemahan itu dikumpulkan seluruh Demigod, manusia setengah dewa setengah manusia. Disana ada 12 pondok yang merupakan perwakilan dari dewa dewi besar terkenal yang diantaranya adalah Aphrodite, Ares, Athena, Hermes dll. Percy ditempatkan di pondok 11 yang merupakan pondok Hermes karena status ayahnya masih belum diketahui. Hanya anak-anak yang sudah jelas orang tuanya yang dapat menempati tiap pondok yang mewakili nama tiap orang tuanya. Maka pondok Hermes ini akan selalu menerima pekemah baru, karena Hermes adalah dewa pelindung.
Para anak-anak Demigod atau blasteran dewa memiliki keunikan khusus. Secara umum mereka mengidap penyakit disleksia karena mata mereka cenderung membaca kata-kata dalam huruf Yunani kuno yang modelnya terbalik-balik sehingga membuat mereka kesulitan membaca tulisan normal. Tetapi selain penyakit ini anak-anak demigod memiliki keistimewaan sang dewa atau dewi yang merupakan orang tua mereka. Layaknya anak-anak Ares yang gemar berperang mereka diberkahi watak licik, dan ahli pedang, anak-anak Athena berambut pirang dan memiliki akal dan kepintaran yang luar biasa, anak-anak Apollo yang mahir memanah.
Namun sulit menentukan siapa ayah Percy karena Ia tidak memiliki keahlian apapun. Ia tidak jago memanah seperti anak-anak Appolo tidak kuat seperti anak-anak Ares dan tidak pintar seperti anak-anak Athena. Awalnya cukup bingung menebak siapa ayah Percy. Tetapi setelah beberapa petunjuk, ternyata dia adalah anak dari Poseidon, sang penguasa lautan.
Hadirnya putra Poseidon di perkemahan Blasteran tentu saja membuat seisi perkemahan geger. Bagaimana tidak, seharusnya tiga besar dewa (Zeus, Poseidon, Hades) tidak diperbolehkan lagi untuk memiliki anak manusia. Hal itu disebabkan karena mereka memiliki kekuatan yang besar melebihi kekuatan anak blasteran pada umumnya, dan dapat memicu timbulnya peperangan di dunia. Sehingga Zeus, Poseidon dan Hades berjanji atas nama sungai Styx (yang merupakan janji paling serius dan tak boleh di langgar) untuk tak berhubungan lagi dengan perempuan manusia, tapi ternyata janji itu dilanggar oleh Poseidon.
Saat datangnya Percy ke perkemahan, sebenarnya telah terjadi perselisihan antara Zeus (dewa langit) dan Poseidon (dewa laut). Selang beberapa waktu, petir Zeus yang merupakan lambang kekuasaannya telah dicuri. Karena hukum kuno dewa mengatakan seorang dewa tidak bisa mencuri lambang kekuasaan dewa lain tanpa bantuan anak-anaknya, maka Percy sebagai putra Poseidon dituduh sebagai pelaku utamanya. Dan Percy hanya mempunyai waktu 10 hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut, serta mendamaikan kembali perang yang hampir pecah di gunung Olympus. Tidak ada yang bisa mencegah peperangan ini kecuali jika Percy berhasil menemukan petir Zeus dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah pencuri seperti yang dituduhkan.
GAYA BAHASA
            Gaya bahasa yang mudah dimengerti karena tidak lepas dari deskripsi yang diringkas penulis dengan baik. Selalu diselipi kata-kata humor yang membuat pembaca sedikit ada jeda dari perasaan tegang, sedih, dan terharunya adegan perang. Yang paling unik, setiap ramalan yang membawa satu misi selalu mempunyai arti ganda sehingga membuat pembaca ingin segera menyelesaikan novel tersebut.

PERBANDINGAN DENGAN BUKU LAIN
            Banyak yang membandingkan serial Percy Jackson dengan serial Harry Potter, karena sama-sama bergenre fantasi. Selain karena setting tempat yang mempunyai persamaan tema juga karena 3 tokoh pemain utama pada kedua novel tersebut mempunyai karakter yang mirip.
            Dari segi penulisan antara JK Rowling dan Rick Riordan tentulah berbeda satu sama lain. Cerita Harry Potter semakin lama cenderung semakin serius dan kelam, Sedangkan Rick Riordan menuturkannya dengan sangat jenaka.Percy sang tokoh utama pun memiliki sensasi humor yang sangat tinggi sehingga meskipun bertarung melawan Kronos selalu saja ada hal yang mampu membuat pembaca tertawa.
            Tapi terlepas dari persamaan dan perbedaan dengan Harry Potter. Percy Jackson and The Lightning Thief tetaplah bacaan yang wajib dibaca. Selain menikmati petualangannya, pembaca bisa memperkaya pengetahuan tentang mitologi Yunani.
MACAM / JENIS BUKU
            The Lightning Thief merupakan novel fiksi fantasi. Karena meski mengambil peran mitologi zaman dewa dewi Yunani kuno, tetapi pemeran utama novel ini tetaplah fiksi dan tidak nyata. Merupakan fiksi yang unik, karena menggabungkan dunia modern zaman sekarang dengan kehidupan dewa dewi mitologi Yunani kuno
KEUNGGULAN
            Keunggulan novel ini adalah kemampuan penulis memaparkan setiap latar yang dituliskan dengan sangat deskriptif sehingga pembaca hanyut dalam bayangan nyata kota yang digambarakan ataupun perang-perang yang sedang berlangsung seperti pembaca ikut dalam bagian pertempuran tersebut.
            Hal yang menarik juga terjadi pada penokohan antara protagonis dan antagonis. Dalam  novel ini, antara protagonis dan antagonis tidak jelas di mana tokoh dituliskan benar-benar baik atau benar-benar jahat. Hal ini membuat alur cerita mengalir dengan wajar dan tidak dibuat-buat.   Menyajikan cerita fantasi yang lain dari biasanya (tentang penyihir), dan juga yang menarik adalah penggunaan disleksia dan ADHD sebagai karakteristik khas para demigod (dimana mereka susah membaca huruf latin karena memang sudah alami dalam diri mereka untuk membaca huruf yunani kuno dan hiperaktif karena refleks atau kebiasaan mereka karena sering berada di medan pertempuran). Dan juga banyak kejadian seru dari awal perjalanan sampai Percy akhirnya berhasil menemukan kedua benda tersebut.

KEKURANGAN
            Kelemahan novel ini adalah tidak adanya penjelasan yang cukup tentang sisilah dewa-dewi Yunani kuno
SIMPULAN & SARAN
            Kesimpulannya, saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca karena novel ini sangat menarik. Bahasanya yang mudah dipahami dan banyak mengandung ilmu sejarah tentang mitologi Yunani Kuno akan menambah wawasan para pembaca.Selain itu novel ini memuat sebuah amanat yang sangat jelas bahwa rasa marah dan dendam penuh kebencian hanya akan menghancurkan semuanya. Hidup kalau hanya dibuat untuk balas dendam sampai kapan pun tidak akan ada habisnya.
BIOGRAFI PENULIS
            Richard Russell Riordan atau yang akrab dipanggil Rick Riordan lahir pada 5 Juni 1964, di San Antonio Texas. Dia lulus dari Universitas Texas di Austin pada 1986, tempat dia mendalami Bahasa Inggris dan Sejarah. Selama lima belas tahun, dia mengajar di sekolah-sekolah di California dan San Antonio. Dia dianugerahi Penghargaan Guru Besar tingkat pertama dari St. Mary’s Hall pada 2002. Karya fiksi dewasanya memenangi tiga penghargaan nasional dan genre misteri. Saat ini, Rick Riordan menjadi penulis full-time dan tinggal di San Antonio dengan istri dan kedua putranya. Adapun novel yang telah diterbitkan adalah  The Lightning Thief , The Sea of Monsters , The Titan’s Curse, The Battle of the Labyrinth, The Last Olympian, The Lost Hero, The Son of Neptune, Big Red Tequila, Widower’s Two-Step, The Last King of Texas, The Devil Went Down to Austin, Southtown, Mission Road, Rebel Island, The Red Pyramid, danThe Kane Chronicles


Tidak ada komentar: