Selasa, 17 September 2013

Cerita Ceria Gerigi ITS

Selasa, 17 September 2013
Nih sedikit cerita tentang Gerigi ITS,adakah yang tau apa itu gerigi? Ya Gerigi adalah singkatan dari Generasi Integralistik,suatu acara yang diikuti seluruh maba tanpa terkecuali.Mungkin di benak kita seperti ospek pada umumnya yang identik dengan tugas, atau dibentak bentak senior lah .Tapi itu sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan.Ini lebih mengarah kan mahasiswa baru untuk mengenal ITS dan seluruh bagiannya,yang merupakan wadah antar maba untuk mengenal satu sama lain untuk menjadi generasi pengubah.yang mana bukan hanya penerus bangsa saja.
Gerigi dilaksanakan 3 hari mulai tgl 29-31 Agustus 201. Pembukaan gerigi dibuka oleh bapak Rektor dan dilanjutkan oleh beberapa sambutan dari ketua gerigi. Acaranya dilaksanakan di Taman Alumni,kami dikumpulkan menurut komunal,yang mana satu komunal tersebut terdiri 10 kelompok dari yang sudah ditentukan sebelumnya. Walau pun panas teriknya Surabaya tapi itu tak menyurut semangat kami.Selesai pembukaan kami ditempatkan menurut komunal masing masing, komunalku kebagian tempat di belakang perpustakaan yang lumayan dekat dengan taman alumni.Seperti biasa dalam setiap komunal kita harus memilih salah satu untuk menjadi ketuanya.Beberapa kandidat ketua tersebut memperkenalkan diri dan menunjukkan visi misi mereka.Teknis memilihnya cukup menarik kita memilih dengan cara menutup mata dan mengacungkan tangan.
Hari kedua kami sekomunal berkumpul langsung di halaman belakang perpustakaan,lalu dari komunal tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok.Kelompokku berada di umpb untuk mendapatkan materi. Materi pertama adalah Peran dan Fungsi Mahasiswa. Yaitu meliputi: Agent of Change,Iron Stock,Moral Force dan Social Control.Dari peran fungsi tersebut memiliki arti tersendiri.Agen of Change adalah Agen perubahan,yang mana mahasiswa merupakan penerus bangsa yang melakukan perubahan k e arah lebih baik.Iron Stock, Iron= besi. Mengapa bukan emas atau yang lain? Karena semuanya akan ada regenerasi dari masa ke masa. Moral Force adalah kekuaatan moral mahasiswa yang menjadi contoh masyarakat.Social Control berarti mahasiswa bertanggung jawab melakukan kontrol masyarakat.Tapi sebelum itu kita menunjukkan show off kelompok.Disini kekreatifan kelompok ditunjukkan ada yang menampilkan pantomim,kombinasi dance,nyanyi bersama dan masih banyak lagi.
Tiga hari ternyata terlampau sebentar,datanglah puncak gerigi dilaksanakan. Diawali dengan materi,beberapa materi tersebut adalah Wakabang,Karakteristik Mahasiswa, Keilmiahan,Mubes, Prestasi. Wakabang adalah wawasan kebangsaan dimana kami dikenal kan tentang wawasan dalam negeri dan luar negeri.Topik nya membahas tentang uang koin.Karakteristik Mahasiswa khususnya ITS adalah Integralistik,mempunyai Iman dan Taqwa,Intelek dan Tanggung Jawab.Keilmiahan ini dijelaskan oleh salah satu mahasiswa yang lolos dalam PIMNAS. Kakak senior itu menjelaskan teknis membuat karya ilmiah dari mencari ide permasalahan sampai solusinya.Mubes adalah musyawarah besar yang hasilnya merupakan mufakat bersama untuk kepentingan bersama pula.
Setelah itu kami dikumpulkan di taman alumni dengan teriakan semangat berkobar dari setiap komunal.Meneriakan yel yel,jargon masing masing.Bukan itu juga penutupan kali ini dibuka dengan show off masing masing komunal.Ada yang menampilkan flash mop,drama,tari bahkan beberapa ukm musik dan dance dari mahasiswa senior.Taman Alumni yang semula hijau kini dipenuhi lautan biru (jas almamater) yang beritu kompak menjadi satu integra ITS.
Ini sekilas cerita ku saat gerigi,pokoknya ni acara seru,menyenangkan,manfaat banget pokoknya..
Gerigi ITS!!! Bersama, Bersinergi,Jaya Almamaterku..

Minggu, 15 September 2013

Cara Meningkatkan Kemampuan Interpersonal

Minggu, 15 September 2013
Kemampuan Interpersonal adalah kemampuan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain.

Bagaimana seseorang mampu membangun hubungan harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau orang lain merupakan bagian dari kemampuan interpersonal.Untuk membangun hubungan dengan orang lain, seseorang harus menguasai kemampuan dan ketrampilan dalam mengenali diri sendiri terlebih dahulu, kemudian baru ketrampilan dalam mengenal orang lain, ketrampilan untuk mengekspresikan diri secara jelas, cara merespon, cara menyampaikan pesan dan maksud, cara bernegosiasi dan menyelesaikan konflik, cara berperan dalam tim, dan masih banyak lagi.Kemampuan interpersonal diperlukan, sebab manusia adalah makhluk sosial, dan dalam hidup bersosial ini muncullah kebutuhan untuk memahami kebutuhan manusia lain, maka timbullah komunikasi antar manusia. Kemampuan berkomunikasi ini sangat mempengaruhi cara seseorang mempersepsikan dirinya. Jika memiliki kemampuan interpersonal yang tinggi, hal pertama yang dirasakan adalah kuatnya rasa percaya diri, sehingga akan dihargai oleh orang lain, dan pada akhirnya akan dapat membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain.Dalam dunia kerja dan bisnis, kemampuan interpersonal yang tinggi dapat membawakan kesuksesan dalam pekerjaan dan tentunya akan memberikan keuntungan finansial/material maupun keuntungan spiritual.Terdapat sepuluh langkah untuk meningkatkan kemampuan interpersonal, berikut uraiannya:


1. Tersenyum
Tersenyum dapat memberikan energi positif, selain itu dapat meningkatkan semangat, dan memberi kesan ramah. Percaya atau tidak setiap orang yang Anda berikan senyuman, akan tersenyum juga kepada Anda, sekalipun dia tidak mengenal Anda. Dengan kesan ramah ini, orang-orang jadi tidak sungkan untuk mendekat dan berbicara kepada Anda.

2. Menghargai orang lain dan memandang sisi positif pada diri orang lain
Setiap orang butuh dihargai, tidak terkecuali dengan diri Anda sendiri, sebab meski usaha yang dilakukannya gagal dicapai, namun orang tersebut telah berjuang dengan mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, ataupun materinya untuk mencapai tujuannya. Untuk menghargai orang lain, maka Anda perlu memandang hal-hal yang positif dari orang lain, sekecil apapun itu. Pikiran positif dapat menepis segala prasangka buruk terhadap sesama, sehingga dapat meredam kekecewaan atau emosi Anda terhadap orang tersebut.

3. Memberikan perhatian
Setiap orang sangat memerlukan perhatian dari orang lain, dengan mendapatkan perhatian, orang tersebut tidak akan merasa dirinya tidak berarti dan merasa sendiri dalam menghadapi masalah apapun, serta dapat tertolong, bahkan bangkit dari masalah tersebut.

4. Menjadi pendengar yang baik
Masih ada kaitannya dengan perhatian, tidak semua orang mampu menjadi pendengar yang baik, sehingga sering kali informasi yang penting terlewatkan, atau mungkin orang lain merasa terabaikan, tidak dihargai dan tidak diperhatikan ketika sedang mencurahkan isi hatinya namun Anda tidak mendengar pembicaraannya. Dengan menjadi pendengar yang baik, orang akan senang bergaul dengan Anda. Percaya atau tidak, meski ada seseorang yang tidak mampu memberi solusi dengan baik terhadap suatu konflik pribadi yang disampaikan kepadanya, namun cukup dengan orang tersebut memperhatikan setiap ucapan temannya, temannya akan merasa lebih dihargai, lebih lega telah dapat mencurahkan isi hatinya yang terpendam selama ini karena suatu konflik.

5. Membawa orang-orang untuk dapat terlibat dalam aktivitas bersama
Ajak orang lain untuk bergabung dengan aktivitas Anda, entah itu aktivitas bersenang-senang atau mungkin bekerja sama/berdiskusi, maka orang tersebut akan merasa dibutuhkan dan dapat saling berbagi keakraban antar sesama.

6. Menyelesaikan masalah
Untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan kemampuan untuk membuat keputusan yang sangat bijak dan bersifat jangka panjang. Seseorang yang dapat membuat keputusan demikian tentunya memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah, tenang dalam menghadapi masalah, dan mencari akar permasalahannya agar dapat ditemukan solusi pemecahan masalah tersebut, serta memperhitungkan segala resiko yang mungkin dapat terjadi. Tidak semua orang dapat bersikap tenang dalam menghadapi masalah, ada orang yang cepat tertekan atau panik, sehingga tidak dapat mengambil keputusan dengan matang.

7. Menjadi pembicara yang baik
Pembicara yang baik dibutuhkan untuk meluruskan suatu masalah bila terjadi suatu kesalahpahaman. Seorang pembicara yang baik mampu menyampaikan pendapat, ide, bahkan kritikan tanpa harus menyinggung perasaan orang lain, justru hal-hal yang disampaikannya dapat mudah diterima dengan baik oleh para pendengarnya.

8. Memiliki selera humor
Selera humor dibutuhkan agar seseorang tidak terlalu tegang menghadapi apapun, hidup itu adalah tantangan, namun tidak harus menjalaninya terlalu serius, tetapi bukan berarti juga dijalani dengan ketidakpedulian akan masalah tersebut. Humor dapat meningkatkan semangat, memulihkan suasana hati yang sedang kacau. Selera humor tidak harus dengan candaan yang “keterlaluan”, namun cukup dengan humor segar pembangkit semangat.

9. Memiliki rasa empati
Empati lebih dari sekedar rasa simpati. Simpati hanyalah sekedar perasaan iba terhadap musibah yang dialami sesama namun tidak memberikan apa-apa kepadanya, misalnya hanya berkata, “kasihan sekali orang itu”, tetapi tidak menolongnya. Rasa empati adalah ikut larut dalam perasaan yang dialami sesama, merasakan apa yang dirasakan sesama dan ikut membantunya bangkit dari masalah yang dialaminya.

10. Tidak mengeluh
Tentunya Anda akan bosan mendengar seseorang terus-menerus mengeluh sepanjang waktu, seperti tidak ada kebahagiaan sedikit pun yang pernah dialaminya. Cobalah untuk menerima hal yang tidak Anda sukai dari hal-hal kecil saja, namun sebaliknya mengucap syukurlah atas segala hal yang terjadi, sebab hidup ini tidak selalu memperoleh hal baik, namun juga hal buruk. Anggaplah hal buruk itu merupakan suatu ujian untuk Anda “naik kelas” di “sekolah” kehidupan ini.

Referensi :
http://pusdiklatwas.bpkp.go.id/filenya/namafile/301/IS_Dalnis.pdf

Sabtu, 14 September 2013

Matkul Pertama Keterampilan Interpersonal

Sabtu, 14 September 2013
Tak terasa begitu cepat,kini masa kuliah di semester 1 pun dimulai.
Mata kuliah pertama yang aku peroleh adalah Keterampilan Interpersonal yang biasa disebut KI.
Lalu apakah Keterampilan Interpersonal itu sendiri? Keterampilan Interpersonal merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di Jurusan Sistem Informasi.
Mata kuliah yang pembelajarannya diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya kompeten di dalam ilmu yang ditekuninya,
tapi juga dapat menghasilkan mahasiswa dengan soft skill  yang luar biasa.
KI ini dibimbing oleh Bu Raras Tyasnurita S.Kom,.MBA selaku dosen pengajar
Dipertemuan pertama ini bu Raras memperkenalkan tentang mata kuliah KI,apa tujuan dan macam kegiatannya dan
mempresentasikan kegiatan kakak senior selama mata kuliah KI,mulai dari foto,sendratari,bahkan kuliah di dalam mall dan banyak lagi..
Beliau juga menyinggung cara berpakaian kami mulai dari SD sampai SMA yang ketika memakai kemeja dimasukkan. Tapi dalam sekejab semua itu berubah kemeja yang kami pakai malah dikeluarkan.
Itu hal yang kurang baik,terbukti esensi nya saat pemilihan ketua kelas.Ada 4 kandidat yang cara berpakaian nya berbeda dan yang terpilih adalah seorang teman ku yang berpakaian kemeja rapi dan cara bicaranya tegas.
Hal itu menunjukkan bahwa orang yang berpakaian rapi mempunyai nilai lebih untuk dipilih,itu juga sangat berguna saat dunia kerja nantinya..